Langsung ke konten utama

Refleksi Paskah 2017




Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.

Roma 15:13 (TB)  Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.

Paskah adalah momen yang sangat penting terutama untuk yang menyebut dirinya kristiani.

1 Korintus 15:1-4 (TB)  Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 

Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus — padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. 

Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 
Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.




Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.

Paskah lebih penting daripada kelahiran Yesus pada bulan Natal. Sebab Paskah mendasari iman kita kepada Kristus.

Mengapa sulit percaya bahwa Yesus bangkit dari kematian? Jawabannya sederhana kekuatan kematian tidak ada yang mampu mengalahkannya. Kematian adalah sebuah kepastian diatas bumi karena kita semua berdosa. Kematian begitu menakutkan, sebuah misteri. Kematian tidak kenal hormat. Kematian tidak perduli siapa kita. Dan datangnya pun sesuka-sukanya. 

Ini sebabnya murid2 sedih karena tidak ada yang mampu mengalahkan kematian. Kematian akan membuat seseorang berpisah selama-lamanya. Guru yang diikuti beberapa tahun oleh murid-muridNya. Mungkin pada saat itu murid berharap Yesus turun dari kayu salib. Pada kenyataannya Yesus pun tidak mampu menghindar dari kematian.

Itu sebabnya ketika Yesus bangkit murid sulit percaya ketika mendengar Yesus sudah bangkit. Dikayu salib Yesus menantang kematian. Pada saat hari ke 3 Yesus sendiri bangkit mengalahkan kematian. Dia menghadapi kematian face to face dengan kematian. Ia tidak menghindar dari kematian dan ia memutuskan berhadapan dengan kematian. Pada hari ke 3 terbukti Yesus mampu bangkit.

Kalau Yesus tidak bangkit berarti Ia sama dengan nabi-nabi yang sebelum Yesus lahir. 

Roma 6:9-11 (TB)  Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Buat orang yang percaya bahwa Yesus menang atas dosa artinya kita tidak terikat dengan dosa. Bebas dari kuasa dosa. 

Awalnya dosa yang membuat kita terputus dengan Tuhan, kematianNya membuat dosa itu terhapus dan kita sebagai manusia kembali terhubung dengan kasih Tuhan.




Salib adalah lambang penghukuman dan kematian. Ada 2 orang yang disalib selain Yesus itu sendiri. Buat  2 orang yang disalib selain Yesus memang diganjar karena kesalahan yang dibuatnya. Sementara Yesus membayar dosa buat kita yang hidup. 

Salib lambang kemenangan iblis pada hari Jumat Agung tetapi berubah menjadi tanda kemenangan Yesus ketika Ia bangkit pada Minggu Paskah.

Salib yang digunakan sebagai alat penghukuman, salib berubah menjadi lambang kemenanganNya setelah Ia bangkit. Lambang kemenangan atas dosa dan maut. 

Salib lambang kematian, sampai sebelum Yesus bangkit. Ketika Ia bangkit itu adalah lambang kemenanganNya. 

Apapun problem kita hadapi, beban berat, mungkin pekerjaan dan lain sebagainya. Berita baiknya adalah kuasa kebangkitan mampu mengubahkan itu. Sesuatu yang gagal dapat menjadi sebuah keberhasilan. Suatu nista dapat berubah menjadi sebuah kebaikan.

Selamat Paskah GBU 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Menyambut 2018 (Reimagine By Jusar Badudu)

Yesaya 43:19 (TB)  Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. 
Tahun baru dilayani Ps Jussar Badudu.  Tema yang baru, Alive memperlengkapi di tahun 2017. Pada sepanjang tahun 2018 kita akan belajar Reimagine. 
Reimagine (membayangkan ulang), membayangkan apa yang akan kita alami di 2018. Kenapa perlu membayangkan ulang, kenapa perlu cara baru? Karena hendak mencapai apa yang perlu capai sesuai yang kita rencanakan. 
Sering orang sukses merubah cara agar mencapai kesuksesan berikutnya. Apalagi beberapa dari kita yang belum berhasil. Bayangkan cara-cara baru untuk mencapai apa yang sudah kita rencanakan.

Masih tentang Reimagine. (Ps. Jose Carol)

Pengkhotbah 1:9 (TB)  Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
Kejadian 18:11-14 (TB)  Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki." 
Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan. Kondisi Abraham dan Sara  pada sat itu dalam suatu keadaan yang mustahil. 
Tahun 2018 adakah sesuatu yang mustahil bagi mimpi dan cita-cita mu, karir dan pekerjaan?

Hidup yang berpengaruh by Alvi Radjagukguk

Kebaktian JPCC di Annex Building setiap minggunya bertambah ramai. Mungkin ini akibat dari jemaat yang tidak tertampung kebaktian di Kota Kasablanka.  Dan Beruntung minggu ini dilayani oleh Ps. Alvi Radjaguguk. Pastinya dalam sesi pengajaran beliau diselingi kisah - kisah lucu. berikut pengajarannya hari ini yang saya catat.  Dibuka dengan Amsal 13:9 (TB)  Terang orang benar bercahaya gemilang, sedangkan pelita orang fasik padam.