Langsung ke konten utama

Kasih yang mengubahkan dunia.


Joel A`Bell


Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Minggu ini seperti minggu lainnya bedanya hari ini dilayani Ps. Joel A'Bell datang langsung dari Hillsong untuk melayani Jemaat Jakarta. Beliau juga menceritakan sedikit kedekatan Australia dengan Indonesia bahkan di Hillsong ada beberapa orang Indonesia yang melayani disana. 

Tapi sebelum masuk kedalam kebaktian, jemaat disambut dengan ayat dari Kolose 3:9-10 (TB)  Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,  dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;


Kasih yang mengubahkan dunia.

Yohanes 8:1-11 (TB)  tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengahlalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 

Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"  

Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 

Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"

Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

Di kisah ini setidaknya ada beberapa tokoh, mulai dari wanita, Yesus, kaum Farisi dan orang sekitar.

Kadang kita berperan seperti wanita atau kadang kadang kitalah yang menjadi sebagai penghukum tapi terkadang dari kita ada juga yang berperan sebagai Yesus.

Kisah Jesus sendiri ketika berada disebuah Sinagoga selalu ada banyak yang mengelilinginya dan mendengarkan Dia.

Jesus selalu menarik orang banyak sementara orang banyak juga merasa nyaman dengan ajaran Yesus pada saat itu.

Sementara Orang Farisi sendiri selau mengacungkan jari menuduh. Bahkan Yesus sendiri pun seringkali menjadi tertuduh. 

Dalam kisah wanita yang tertangkap basah wanita yang berbuat zinah padahal tidak dijelaskan tentang si prianya yang juga berbuat zinah. 

Yesus sendiri ketika dihadapkan orang Farisi tentang perempuan yang kedapatan berzinah, Ia tetap asik dengan aktivitasNya menulis sesuatu ditanah (ngga diceritakan menulis apa Yesus ditanah, bisa saja nama si pria atau orang2 yang hadir disitu?)

Jesus sendiri tidak bermasalah berurusan dengan dosa kita, Ia ingin kita masuk dalam hubungan kasih dengan Bapa disurga. 

Kasih karunia Yesus yang menyelamatkan kita bukan hukum yang ada. Memang hukum menuntun kita tapi kasih yang menyelamatkan. 

Bahkan ada juga yang bertanya hukum mana yang merangkum semua hukum yang sudah tertulis.

Markus 12:28-31 (TB)  Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" 
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."



Nah muncul pertanyaan bagaiamana mempraktekkannya?

Bagaimana mengasihi Tuhan dengan segenap pikiran, jiwa dan kekuatan? 

Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, yaitu hati yang mampu melepaskan. Ketika hati masuk dalam kasih Tuhan maka akan keluar melalui tingkah laku kita (perbuatan baik). 

Kalau kita masih menyimpan kesalahan dan kekesalan terhadap orang lain, artinya kita belum mengasihi Tuhan secara sempurna.

Mengasihi Tuhan dengan segenap hati artinya tidak ada lagi yang mencuri perhatian kita kepada Tuhan. 

Kalau hati perlu melepaskan pengampunan, apa yang perlu dilakukan dengan jiwa. Santai atau tidak tergesa-gesa, jiwa yang selalu bersedia memberikan ruang. Saat ini kita masuk dalam keadaan yang penuh ketergesaan. 

Analoginya sama seperti bertemu burung merpati yang ketika kita mendekatinya harus pelan-pelan. Berapa banyak dari kita yang tidak sempat membaca alkitab bukan karena tidak mau tapi tidak ada waktu. 

Kita kelewatan orang yang penting didepan kita untuk orang yang tidak kita kenal di media sosial. 

Kalau jiwa kita mengasihi Tuhan jangan terlalu tergesa-gesa. 

Mari beri setiap orang kesempatan menjadi pribadi yang baik kedepannya. 

Mari kita perbaharui cara berfikir kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan salah satu alasan kita gereja adalah itu. 

Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih yang bertahan, kekuatan dari kekristenan ditemukan dalam kekuatan mereka bertahan. Kita tidak hanya orang kristen yang tahan di tengah cuaca cerah saja tapi tagan ditengah badai. 

Kualitas kekristenan adalah kekuatan bertahan. Tidak menyerah ketika segala sesuatu tidak sesuai harapan. 

Happy Sundae 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Menyambut 2018 (Reimagine By Jusar Badudu)

Yesaya 43:19 (TB)  Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. 
Tahun baru dilayani Ps Jussar Badudu.  Tema yang baru, Alive memperlengkapi di tahun 2017. Pada sepanjang tahun 2018 kita akan belajar Reimagine. 
Reimagine (membayangkan ulang), membayangkan apa yang akan kita alami di 2018. Kenapa perlu membayangkan ulang, kenapa perlu cara baru? Karena hendak mencapai apa yang perlu capai sesuai yang kita rencanakan. 
Sering orang sukses merubah cara agar mencapai kesuksesan berikutnya. Apalagi beberapa dari kita yang belum berhasil. Bayangkan cara-cara baru untuk mencapai apa yang sudah kita rencanakan.

Masih tentang Reimagine. (Ps. Jose Carol)

Pengkhotbah 1:9 (TB)  Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
Kejadian 18:11-14 (TB)  Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki." 
Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan. Kondisi Abraham dan Sara  pada sat itu dalam suatu keadaan yang mustahil. 
Tahun 2018 adakah sesuatu yang mustahil bagi mimpi dan cita-cita mu, karir dan pekerjaan?

Hidup yang berpengaruh by Alvi Radjagukguk

Kebaktian JPCC di Annex Building setiap minggunya bertambah ramai. Mungkin ini akibat dari jemaat yang tidak tertampung kebaktian di Kota Kasablanka.  Dan Beruntung minggu ini dilayani oleh Ps. Alvi Radjaguguk. Pastinya dalam sesi pengajaran beliau diselingi kisah - kisah lucu. berikut pengajarannya hari ini yang saya catat.  Dibuka dengan Amsal 13:9 (TB)  Terang orang benar bercahaya gemilang, sedangkan pelita orang fasik padam.