Langsung ke konten utama

Masih tentang Reimagine. (Ps. Jose Carol)

Ps. Jose Carol 


Pengkhotbah 1:9 (TB)  Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.

Kejadian 18:11-14 (TB)  Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki." 

Adakah sesuatu yang mustahil bagi Tuhan. Kondisi Abraham dan Sara  pada sat itu dalam suatu keadaan yang mustahil. 

Tahun 2018 adakah sesuatu yang mustahil bagi mimpi dan cita-cita mu, karir dan pekerjaan?

Kita diajak untuk merenungkan dan melihat kehidupan kita masing-masing. Tahun 2018 adalah kehidupan yang sungguh-sungguh bertumbuh dan berbuah lebat, kehidupan yang penuh dalam pengharapan dan penuh tujuan.

Reimagine
Imaginasi adalah kemampuan untuk membentuk sesuatu didalam roh mental dalam diri kita. Imaginasi tidak terbatas pada 5 panca indera saja tapi lebih dari itu. Imagination is begining of creation.


Kejadian 12:1-4 (TB)  Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.


Langkah pertama untuk me-reimagine salah satunya dengan meninggalkan kenyamanan dan bersedia untuk berubah (change).

Keluar dari kebiasaan dan perspektif yang berbeda untuk dapat mereimagine. Kalau tidak mau sukarela berubah terkadang Tuhan memaksa kita untuk berubah dan memahami perspektif yang berbeda. 

Dan terkadang perlu juga perspektif orang lain untuk membenahi perspektif kita. Itu sebabnya Abraham diperintahkan keluar dari tempatnya. 

Kejadian 13:14-16 (TB)  Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya. Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmu pun akan dapat dihitung juga.

Meskipun Abaraham meninggalkan tempatnya tapi tanpa ia sadari Abraham belum meninggalkan semuanya, Lot masih ikut dengannya. Maka ia dipaksa Tuhan untuk berpisah dengan Lot. 

Dalam konteks Abaraham ada yang perlu ia lepaskan untuk benar-benar tergantung sama Tuhan. Ini yang dimaksud Separation (pemisahan)

Kejadian 15:1-3 (TB)  Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."
Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."

Ada keputusasaan diatas.  Tetapi Tuhan menjelaskan sesuatu.

Kejadian 15:4-5 (TB)  Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." 

Tuhan mengajak Abraham untuk keluar dan melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda. 

Berikutnya adalah Time.
Markus 8:22-25 (TB)  Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia. Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.


Mengapa Yesus membawa orang itu keluar kampung dan kenapa 2 kali harus di ludahi?
Mungkin bagi Yesus untuk menyembuhkan orang itu dengan mudah. Ia Mengajak orang keluar kampung untuk keluar dari zona nyaman-nya memasuki sebuah area baru dan 2 kali di ludahi agar pelan-pelan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.

Failure is not an option but necesity. Sampai usia 90 tahun Abraham belum punya keturunan. Jadi gagal bukan pilihan tapi sebuah bagian.

Dan terakhir tanpa Tuhan adalah mustahil.

So  inti keseluruhannya adalah Mau bertindak untuk berubah, Mau berpisah untuk kemajuan yang lebih baik, sabar dengan waktunya Tuhan dan Belajar dari Kegagalan dan Selalu Bergantung Kepada Tuhan (Change, Separation, Time, Failure, GOD)

Happy Sundae :)












Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Menyambut 2018 (Reimagine By Jusar Badudu)

Yesaya 43:19 (TB)  Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. 
Tahun baru dilayani Ps Jussar Badudu.  Tema yang baru, Alive memperlengkapi di tahun 2017. Pada sepanjang tahun 2018 kita akan belajar Reimagine. 
Reimagine (membayangkan ulang), membayangkan apa yang akan kita alami di 2018. Kenapa perlu membayangkan ulang, kenapa perlu cara baru? Karena hendak mencapai apa yang perlu capai sesuai yang kita rencanakan. 
Sering orang sukses merubah cara agar mencapai kesuksesan berikutnya. Apalagi beberapa dari kita yang belum berhasil. Bayangkan cara-cara baru untuk mencapai apa yang sudah kita rencanakan.

Kaya Di Bumi Kaya Disurga

Kolose 2:3 (TB)  sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.
Masih ingat dulu banyak yang berujar miskin dibumi kaya disurga. Tapi kalau bisa kaya dibumi dan kaya disurga mengapa tidak?
Kaya bukan punya segala-galanya tetapi lebih kepada kemampuan berbagi apapun yang ada ditangannya. 
Miskin adalah senantiasa mengambil meskipun sudah memiliki banyak hal. 
7 pemikiran sederhana berkaitan dengan kaya dibumi dan kaya disurga.