Langsung ke konten utama

Hidup yang berpengaruh by Alvi Radjagukguk


Alvi Radja Gukguk
Kebaktian JPCC di Annex Building setiap minggunya bertambah ramai. Mungkin ini akibat dari jemaat yang tidak tertampung kebaktian di Kota Kasablanka. 
Dan Beruntung minggu ini dilayani oleh Ps. Alvi Radjaguguk. Pastinya dalam sesi pengajaran beliau diselingi kisah - kisah lucu. berikut pengajarannya hari ini yang saya catat. 
Dibuka dengan Amsal 13:9 (TB)  Terang orang benar bercahaya gemilang, sedangkan pelita orang fasik padam.


Influence atau pengaruh ini yang akan dibahas. Dunia bisnis sudah tidak asing lagi dengan para influencer.
Apakah pengaruh orang tersebut sama besarnya dengan didunia nyata ketimbang di dunia Maya.

Visi dari JPCC sendiri adalah  adalah To build a generation of stars to infleunce the world with message of truth.


Tiga pemikiran mengenai hidup yang berpengaruh.
1. Setiap orang mempengaruhi orang lain. 
Tidak perduli berapa usiamu, gendermu dan pengalamanmu. 
Juga ditayangkan vidoe mengenai influencer dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari.


Dalam perjanjian lama sendiri ada kisah tentang raja yang suka sekali melakukan perbuatan jahat dihadapan Tuhan. 
2 Tawarikh 33:1-2 (TB)  Manasye berumur dua belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan lima puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalaukan TUHAN dari depan orang Israel.

Bahkan anaknya melakukan hal lebih jahat lagi.  

2 Tawarikh 33:21-22 (TB)  Amon berumur dua puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti yang telah dilakukan Manasye, ayahnya. Amon mempersembahkan korban kepada segala patung yang dibuat Manasye, ayahnya, dan beribadah kepada patung-patung itu.

Bahkan ada istilah Monkey see, Monkey do.

Setelah Amon ditumbangkan oleh pegawainya maka sang anak dijadikan raja. 

2 Tawarikh 34:1-2 (TB)  Yosia berumur delapan tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga puluh satu tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem.Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.

Dari Daud ke Yosia sekitar 16 generasi. Dan Yosia memilih mengikuti pengaruh baik dari Daud ketimbang ayah dan kakeknya.

Yosia berhati-hati dalam memilih pengaruh mana yang ia ikuti.

Setiap hari kita dihadapkan 2 pilihan. Dipengaruhi atau mempengaruhi orang lain. 

1 Korintus 10:23 (TB)  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

Pengaruh kita dimulai dari kesadaran. Orang lain akan memperhatikan sikap, perilaku dan tindakan kita. 

Kita jadi termometer atau menjadi termostat. Termometer berubah sesuai sekitar sementara termostat tetap bahkan merubah keadaan sesuai dengannya. 


2. Kunci pengaruh adalah hubungan. Bukan titel, jabatan atau pencapaian. 

Pengaruh sejati yang dapat seorang berikan adalah untuk membawa orang lain mengenal kebenaran dan hidup dalam kebenaran.

Hubungan adalah pemuridan. 

Matius 28:19-20 (TB)  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Yesus datang ke dunia dan rela mati untuk sebuah hubungan. Yesus mati bukan untuk agama tapi sebuah hubungan. 

Hubungan yang sudah terbina harus dijaga apapun alasannya.
1. Peliharalah sebuah hubungan. Kita tidak pernah tahu kapan Tuhan pakai hubungan itu. 
2. Burn the ego not the bridge. Pemuridan dimula dari rumah. Orang tua memulai pemuridan dari rumah. 
3. Jaga hubunganmu dengan Tuhan. 

Pengaruh tidak dibangun dari hal spektakuler tapi dibangun dari hal sederhana dan hal kecil yang hadir dalam pikiran. 

3. Lipat gandakan pengaruhmu.
Kita tidak bisa pengaruh seluruh dunia. Karena kita memiliki keterbatasan sumber daya. Dan Yesus paham prinsip ini. Sedari awal Yesus mengangkat 12 murid. Melalui .muridnya Yesus dikenang di seluruh bumi hingga hari ini. 

Setiap kita yang sudah punya pengaruh sudah baik tapi jangan berhenti di diri sendiri. Atau sudahkah kita lipat gandakan bahkan ketika kita kelak sudah tidak ada?
Ada ungkapan "Seorang pemimpin yang menghasilkan pemimpin lain melipatkan gandakan pemimpin lainnya`"

Lalu pertanyaan muncul untuk kita renungkan

1. Apa yang sudah kita lakukan dengan pengaruh yang Tuhan titipkan kepada kita?

2. Apa yang sudah  kita lakukan dengan hidup kita yang pada faktanya punya pengaruh? 

diakhir ditutup dengan Stop living for your self.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi orang yang berpengaruh

Filipi 2:14-15 (TB)  Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,  supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, Dilayani oleh Ps. Sidney Mohede.  Masih bicara tentang influence. Setiap dari kita membawa oengaruh kepada orang lain. Besar kecil, baik atau buruk setiap kita memiliki pengaruh. Matius 5:13-14 (TB)  "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Kita sudah menjadi garam bukan hendak menjadi garam. Pun dengan terang,  sudah menjadi terang bukan hendak menjadi terang.

Kebaktian Natal 2016

Pembacaan Firman Tuhan diambil dari Yohanes 1: 1-14. Semua dari kita tidak ingin tinggal dalam sebuah tempat yang gelap. Pastinya akan buru-buru mencari sumber terang. Bahkan dalam kata-kata kalau tidak jelas akan mencari sumber lain untuk memperoleh penjelasan (baca: terang). Sayangnya sumber atau segala usaha kita mencari terang atau pemecahan masalah sejati tidak menemukan hasil yang maksimal. Bahkan pada masa Yohanes yang mengatakan Firman Tuhan kekal dan sumber kehidupan sementara filsafat Yunani mengatakan selumber masalah dapat diselesaikan dengan mempelajari filsafat.

Kasih yang mengubahkan dunia.

Joel A`Bell Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." Minggu ini seperti minggu lainnya bedanya hari ini dilayani  Ps. Joel A'Bell datang langsung dari Hillsong untuk melayani Jemaat Jakarta. Beliau juga menceritakan sedikit kedekatan Australia dengan Indonesia bahkan di  Hillsong ada beberapa orang Indonesia yang melayani disana.  Tapi sebelum masuk kedalam kebaktian, jemaat disambut dengan ayat dari  Kolose 3:9-10 (TB)  Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,  dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; Kasih yang mengubahkan dunia. Yohanes 8:1-11 (TB)  tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.Maka ahl...