Langsung ke konten utama

Family Is A Place To Learn



Yess, akhirnya setelah 6 bulan tidak dapat hadir ke kebaktian JPCC, kali ini kembali dapat hadir. Dan Puji Tuhannya sudah bisa bawa abang Kevin kebaktian memuji nama Tuhan.Entah kenapa juga Khotbah yang dibawakan oleh Ps. Sidney Mohede mengenai Family Issue. Serasa dibekali agar mampu membimbing abang untuk menjadi pribadi yang baik dan berguna kepada sesama dan takut akan Tuhan sang pencipta.

Diawal khotbah, Ps. Sidney memberikan kutipan menarik dari Andi Stanley, "Kontribusi terbesar yang dapat saya lakukan adalah bukan apa yang saya lakukan tetapi apa yang saya dapat besarkan."

Bahkan sekelas Ps. Sidney saja dapat menyerahkan semua perannya kepada yang lain tetapi peran sebagai seorang ayah, seorang suami adalah peran yang unik yang tidak dapat kita serahkan kepada yang lain.

4 hal yang tentang keluarga dapat diaplikasikan baik  sebagai anak, suami bahkan ayah.
1. Family is the place we learn to have fun. 
Pengkhotbah 8:15 (BIMK)  Kesimpulanku ialah bahwa orang harus bergembira. Karena dalam hidupnya di dunia tak ada kesenangan lain baginya kecuali makan, minum dan bersukaria. Itu saja yang dapat dinikmati di tengah jerih payahnya, selama hidup yang diberikan Allah kepadanya.
Church also the place to have fun. 

2. Family is place we learn about growing. Keluarga adalah tempat bertumbuh dan berkembang. Saling belajar sama-sama. Anak meskipun usia masih kecil juga harus belajar mengendalikan perasaan mereka. Bagaimana mengatasi konflik juga harus dipelajari. Setidaknya ada 2 tipe orang dalam menghadapi konflik. Seperti seekor sigung kalau marah membuat semua orang tahu kalau ia marah. Tipe berikutnya adalah kura-kura ketika menghadapi pertikaian atau argumen kura-kura hanya memasukkan kepalanya kedalam rumahnya. Dan faktanya banyak pasangan kura-kura bertemu dengan pasangan sigung. 



Atau lain hal ketika anak menghadapi kekalahan biasanya sulit untuk menerima, ini yang harus diajarkan it's ok loh menjadi nomor 2. Sekali-kali kalah boleh tetapi tidak mudah untuk putus asa. 

Amsal 24:16 (BIMK)  Sebab, sekalipun orang jujur jatuh berkali-kali, selalu ia akan bangun kembali. Tetapi sebaliknya, orang jahat akan hancur lebur oleh malapetaka.



We learn to grow good habit.  We learn what values matter cost. 
Dunia yang kita hidupi hari-hari ini mencoba mengubah prinsip kerajaan Allah dalam kehidupan kita. Tapi dalam keluarga kita dapat saling mengajarkan nilai apa yang paling penting agar dapat bertumbuh besar. Sebagai contoh bahwa dunia belum tentu mengajarkan generousity tapi dalam keluarga kita dapat mengajarkan hal itu. 


We learn through example kita belajar dari keluarga melalui contoh yang orang lain lakukan.  Yohanes 13:14-15 (BIMK)  Kalau Aku sebagai Tuhan dan Gurumu membasuh kakimu, kalian wajib juga saling membasuh kaki. Aku memberi teladan ini kepada kalian, supaya kalian juga melakukan apa yang sudah Kulakukan kepadamu.

Anak belajar dari orangtua sekitarnya. Rumah kita adalah sekolah dimana anak-anak kita belajar paling banyak bukan di sekolah atau ditempat lain. Cara kita bereaksi adalah jauh berpengaruh kepada anak kita ketimbang apa yang kita ajarkan. 

Faktanya begitu banyak keluarga saat ini untuk makan bareng aja sulit sekali. 

Ulangan 6:5-7 (BIMK)  Cintailah TUHAN Allahmu dengan sepenuh hatimu: Tunjukkanlah itu dalam cara hidupmu dan dalam perbuatanmu. Jangan sekali-kali melupakan perintah-perintah yang saya berikan kepadamu hari ini. Ajarkanlah kepada anak-anakmu. Hendaklah kamu membicarakannya di dalam rumah dan di luar rumah, waktu beristirahat dan waktu bekerja.



3. Family is a place we learn about taking care of each other.
Dimana kita bisa saling protect to one another. Bahkan sebagai orang tua normal ketika melihat anaknya sakit pasti akan berdoa agar sakitnya berpindah ke dia. Dan ketika  sudah besar akan berlaku kebalikan. 

4. Family is a place we learn to love God and loving others. 
Ibrani 10:24 (BIMK)  Dan hendaklah kita saling memperhatikan, supaya kita dapat saling memberi dorongan untuk mengasihi sesama dan melakukan hal-hal yang baik.

Bukan tugas pemimpin saja untuk melakukan dan memperhatikan hal yang baik tetapi semua dan dalam keluarga kita belajar hal ini. 

Terakhir Ps Sidney mengajak kita berdoa seperti Doa rasul Paulus :
Efesus 3:14-19 (BIMK)  Oleh sebab itulah saya berlutut di hadapan Bapa. Dari Dialah setiap keluarga di surga dan di bumi menerima sifat-Nya yang khusus. Saya berdoa semoga Allah yang mahamulia berkenan untuk menguatkan batinmu dengan Roh-Nya.Semoga karena kalian percaya kepada Kristus, Kristus tinggal di dalam hatimu, dan hidupmu didasarkan dan dikuasai oleh kasih.Saya berdoa semoga bersama-sama dengan semua umat Allah, kalian dapat menyelami betapa luasnya dan panjangnya serta tingginya dan dalamnya kasih Kristus,yang dengan akal manusia tidak dapat dipahami sedalam-dalamnya. Semoga kalian mengenal kasih Kristus itu, sehingga kalian penuh dengan kepribadian Allah yang sempurna.


Dan ditutup dengan definisi sukses menurut Ps. Sidney yang dikutip dari John. C Maxwell "Succes means having those closest to me love and respect me the most" 

Sukses terbesar adalah pada waktu orang terdekat mengasihi dan menghargai saya. 

Bahwa kesuksesan kita dalam dunia dapat kita nikmati dengan orang terdekat.

Memang tidak ada keluarga yang sempurna, anak yang sempurna, suami atau istri yang sempurna hanya Yesus yang sempurna. 

Makanya selalu berpaling kepada yang sempurna itu selalu. 

Happy Sundae... GBU 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi orang yang berpengaruh

Filipi 2:14-15 (TB)  Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,  supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, Dilayani oleh Ps. Sidney Mohede.  Masih bicara tentang influence. Setiap dari kita membawa oengaruh kepada orang lain. Besar kecil, baik atau buruk setiap kita memiliki pengaruh. Matius 5:13-14 (TB)  "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Kita sudah menjadi garam bukan hendak menjadi garam. Pun dengan terang,  sudah menjadi terang bukan hendak menjadi terang.

Kebaktian Natal 2016

Pembacaan Firman Tuhan diambil dari Yohanes 1: 1-14. Semua dari kita tidak ingin tinggal dalam sebuah tempat yang gelap. Pastinya akan buru-buru mencari sumber terang. Bahkan dalam kata-kata kalau tidak jelas akan mencari sumber lain untuk memperoleh penjelasan (baca: terang). Sayangnya sumber atau segala usaha kita mencari terang atau pemecahan masalah sejati tidak menemukan hasil yang maksimal. Bahkan pada masa Yohanes yang mengatakan Firman Tuhan kekal dan sumber kehidupan sementara filsafat Yunani mengatakan selumber masalah dapat diselesaikan dengan mempelajari filsafat.

Kasih yang mengubahkan dunia.

Joel A`Bell Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." Minggu ini seperti minggu lainnya bedanya hari ini dilayani  Ps. Joel A'Bell datang langsung dari Hillsong untuk melayani Jemaat Jakarta. Beliau juga menceritakan sedikit kedekatan Australia dengan Indonesia bahkan di  Hillsong ada beberapa orang Indonesia yang melayani disana.  Tapi sebelum masuk kedalam kebaktian, jemaat disambut dengan ayat dari  Kolose 3:9-10 (TB)  Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,  dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; Kasih yang mengubahkan dunia. Yohanes 8:1-11 (TB)  tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.Maka ahl...