Langsung ke konten utama

M E R D E K A !!!!!!!



Tugas sebagai orang tua adalah mendidik agar anaknya dapat mandiri. Sementara tujuan kehidupan tidak berhenti di mandiri tapi lanjut di bersinergi. Saling memberi tidak hanya mandiri, bahkan menikah adalah salah satu contoh dari interdependence.

Bulan Agustus 2017 kita masuk di bulan dimana bangsa ini merayakan kemerdekaannya. Uniknya minggu sebelum kebaktian dimulai, jemaat diminta untuk bernyanyi bersama lagu Hari Merdeka dengan Khidmat. Dan beruntungnya lagi minggu ini dilayani oleh PS Jefrey R, beliau menyimpulkan kumpulan khotbah  bulan Agustus. 

Baca kembali kisah bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Ada didalam Keluaran, Bilangan, Imamat dan Ulangan. Ada pelajaran menarik. Bulan ini bicara tentang kemerdekaan. 

Setiap kita memiliki kemerdekaan pribadi. Bangsa Israel memulai di tanah Mesir sebagai budak dan terdampar dipadang gurun selama 40 tahun itu sebelum masuk ke tanah perjanjian. 3 Fase, Budak, Padang Gurun dan Tanh Perjanjian.

Bahkan Musa pun tidak bisa ikut merasakan nyamannya  tanah perjanjian. 

Ada 3 tingkatan yang perlu dilewati dalam kehidupan yang kita lewati. 
  • 1. Masa ketergantungan, dependence. Kehidupan kita bergantung kepada orang lain agar dapat hidup. Dimasa ini yang sering dilakukan adalah meminta pertolongan. Sama seperti keadaan bayi yang hanya bisa meminta.

  • 2. Masa Mandiri. Masa dimana dapat melakukan segala sesuatunya sendiri. Dibagian ini kita harus belajar mengerti arti Cukup. 

  • 3. Masa Sinergi, Interdependence. Masa mencetak atau berbuah. Disini kita belajar untuk memberi. 

Tugas sebagai orang tua adalah mendidik agar anaknya dapat mandiri. Sementara tujuan kehidupan tidak berhenti di mandiri tapi lanjut di bersinergi. Saling memberi tidak hanya mandiri, bahkan menikah adalah salah satu contoh dari interdependence.

Dimasa Interdependence biasanya disebut dengan masa kemenangan atau kehiduoan tang berlimpah, diilustrasikan di masa ini masa yang penuh dengan kehidupan susu dan madu.

Bangsa Israel hidup di padang gurun yang tidak nyaman, panas dan penuh dengan binatang buas. 

Dinegara kita ini usia mandiri masuk ketika berumur 17 tahun ditandai dengan sudah memiliki KTP sendiri. Banyak diantara kita tidak siap untuk memghadapi ganasnya dunia (kalau diibaratkan padang gurun sama dengan dunia).

Selama ada dalam perlindungan orang tua pastinya akan merasa nyaman-nyaman saja. Analoginya sama seperti kita (orang tua) yang diminta mengajarkan anaknya nyetir mobil. Sianak hanya mengertinya bisa nyetir mobil sementara orang tua was-was luar biasa baik akan keadaan jalanan bahkan kendaraan yang dimiliki.

Pengalaman di padang gurunlah yang menjadikan seseorang dewasa.

Kedewasaan dimulai dari kemampuan untuk mandiri dan berani mempertanggungjawabkan pilihan-pilihan yang diambil.

3 hal penting, terkait dengan Kemerdekaan.

Aturan main. 
Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir Tuhan memberikan aturan yang harus diikuti salah satunya adalah 10 firman Tuhan dan masih ada lainnya. Bebas tidak berarti bebas melakukan segalanya.  

Ulangan 28:1-6 (TB)  "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:  Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.  Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.

Sebagai warga negara yang baik kita juga harus taat pada hukum yang berlaku. Kalau kita melanggar maka kebebasan yang ada pada kita akan diambil. 

Dengan adanya aturan Tuhan sedang mendisplinkan kita. Pada akhirnya tanpa displin anak-anak kita akan sulit bertahan di padang gurun kehidupan.  Dan ini bukan perkara mudah, bahkan bangsa Israel butuh waktu 40 tahun untuk mengerti kata displin. 

Memiliki Visi. 
Ketika Israel keluar dari perbudakan ada sebuah tujuan yang dihendak dicapai. Dalam hidup tidak hanya sekedar sibuk bagaimana menjadi bebas tapi ada tujuan apa yang kamu mau dengan kebebasanmu. 

Banyak yang sudah lupa bagaimana hidup (menyikapi) dengan kemerdekaan itu alih-alih sibuk mencapai kemerdekaan itu.  Analoginya sama seperti pernikahan yang hanya sibuk dengan hari H nya saja tanpa memiliki visi kedepan yang jelas. Berbahaya sekali bebas tanpa tujuan yang jelas. 

Amsal 29:18 (TB)  Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.

Betapa sering kita rindu pada masu lalu ketika berhadapan dengan kesulitan. Apalagi ketika tidak memiliki sebuah tujuan, kenangan masa lampau akan menjadi lebih menarik (dan ini adalah salah). Tetap fokus kepada masa depan tanpa mengesampingkan aturan main yang sudah ada.

Memiliki Iman. 
Ulangan 29:5-6 (TB)  Empat puluh tahun lamanya Aku memimpin kamu berjalan melalui padang gurun; pakaianmu tidak menjadi rusak di tubuhmu, dan kasutmu tidak menjadi rusak di kakimu. Roti tidak kamu makan, anggur atau minuman yang memabukkan tidak kamu minum — supaya kamu tahu bahwa Akulah TUHAN, Allahmu.

Padang gurun tempat belajar yang sesungguhnya. Di padang gurun kita belajar mengenal Tuhan, punya pengalaman pribadi dengan Tuhan. Dimasa inilah iman kita tidak bergantung kepada yang lain seperti orang tua, teman dan lainnya tapi tetap kepada Tuhan itu sendiri.

Ada statistik mengatakan 59 persen usia 18 sampai dengan 35 tahun tidak gereja lagi. Padahal sebelum usia 18 jauh merrka lebih sering gereja. Ini yang dinamakan iman yang nebeng kepada orang tua. Ke gereja hanya karena di ajak orang tua.

Yevohah Raffah, Allah penyembuh dan di padang gurunlah bangsa Israel merasakan itu. 

Keluaran 33:15-16 (TB)  Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?"

Aturan Main, Memiliki Visi yang jelas dan Iman yang kuat akan menjadikan kita pribadi yang merdeka dan berkualitas. 

Sehingga nantinya  kita akan berbuah banyak dan dari buahnya kita akan dikenal sebagai anak-anak Tuhan. 

Amin... GBU.... Happy Sunday. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi orang yang berpengaruh

Filipi 2:14-15 (TB)  Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,  supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, Dilayani oleh Ps. Sidney Mohede.  Masih bicara tentang influence. Setiap dari kita membawa oengaruh kepada orang lain. Besar kecil, baik atau buruk setiap kita memiliki pengaruh. Matius 5:13-14 (TB)  "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.  Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Kita sudah menjadi garam bukan hendak menjadi garam. Pun dengan terang,  sudah menjadi terang bukan hendak menjadi terang.

Kebaktian Natal 2016

Pembacaan Firman Tuhan diambil dari Yohanes 1: 1-14. Semua dari kita tidak ingin tinggal dalam sebuah tempat yang gelap. Pastinya akan buru-buru mencari sumber terang. Bahkan dalam kata-kata kalau tidak jelas akan mencari sumber lain untuk memperoleh penjelasan (baca: terang). Sayangnya sumber atau segala usaha kita mencari terang atau pemecahan masalah sejati tidak menemukan hasil yang maksimal. Bahkan pada masa Yohanes yang mengatakan Firman Tuhan kekal dan sumber kehidupan sementara filsafat Yunani mengatakan selumber masalah dapat diselesaikan dengan mempelajari filsafat.

Kasih yang mengubahkan dunia.

Joel A`Bell Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." Minggu ini seperti minggu lainnya bedanya hari ini dilayani  Ps. Joel A'Bell datang langsung dari Hillsong untuk melayani Jemaat Jakarta. Beliau juga menceritakan sedikit kedekatan Australia dengan Indonesia bahkan di  Hillsong ada beberapa orang Indonesia yang melayani disana.  Tapi sebelum masuk kedalam kebaktian, jemaat disambut dengan ayat dari  Kolose 3:9-10 (TB)  Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,  dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; Kasih yang mengubahkan dunia. Yohanes 8:1-11 (TB)  tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.Maka ahl...