Langsung ke konten utama

Hidup yang berpengaruh.

 
 
Setelah beberapa waktu lalu menikmati pertunjukkan musikal BUN dari JPCC, kembali minggu ini berkesempatan kebaktian di JPCC Annex Room, Niko.
 
Pembukaan langsung diberikan ayat 1 Timotius 4:12 (TB)  Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Minggu ini dilayani langsung oleh Ps. Jose Carol.

Pengaruh adalah memiliki kemampuan atau kuasa yang bisa mempengaruhi perilaku atau pendapat orang lain. Jadi hidup ada hanya 2 pilihan, dipengaruhi atau mempengaruhi.

Orang yang berpengaruh biasanya memiliki jabatan tinggi, temuan penting, atau adalah sesuatu yang membuat seseorang berbeda dari yang lain.

Pengaruh itu harus memiliki indeks dampak pengaruh.
1. Change, dampak dari pengaruh yang menyebabkan seseorang terpengaruh dan berubah
2. Teritori, dampak dari perubahan lintas wilayah.
3. Berapa lama pengaruh yabg kita miliki bekerja.
Ps. Jose Carol


 
Aplikasikan ke 3 hal tadi kepada Yesus, Ia hanya seorang guru, rabi yang mengajar. Bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa dan  tidak punya jabatan. Hidup hanya 33 tahun. Ia hanya melayani 3,5 tahun saja.

Jika diukur dari dampak yang Yesus berikan tanpa apa-apa yang ia miliki, hasilnya lebih dan bertahan hingga sekarang.

Apa yang Tuhan lakukan 2000 tahun lalu masih berdampak hingga hari ini. Bahkan Yesus yang hanya memiliki 11 followers (murid)  memiliki dampak yang lebih besar hingga saat sekarang.

Mari belajar dari Motivator sepanjang massa yang kita miliki.

Lukas 13:18-19 (TB)  Maka kata Yesus: "Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya."Bagaimana kebenaran itu berpengaruh ke dalam kita dan berbuah keluar berpengaruh kepada orang lain.

Matius 5:13-14 (TB)  "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Ia mengajarkan untuk memiliki dampak dan pengaruh. Jika garam saja kehilangan dampak dan pengaruhnya menjadi tidak berguna.

Analoginya seperti membersihkan gudang. Maka yang akan dibuang adalah barang yang tidak berguna.

Pastikan keberadaan kita tidak kehilangan dampak dan pengaruh kepada sekitar.

Matius 5:16 (TB)  Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
 
Dunia tidak perduli berapa besar gereja mu dunia tidak perduli siapa engkau, sampai sadar dan melihat dampak dan pengaruh baik yang sudah kita lakukan.


 
3 hal untuk membangun kehidupan yang berpengaruh.

Yohanes 14:6 (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

1. Jadilah penunjuk jalan kepada orang lain. Contoh ketika kita pergi ke Jepang. Banyak papan penunjuk jalan mereka bahasa Jepang. Tapi respon orang Jepang ketika ditanya, maka akan diusahakan yang bertanya mengerti akan penjelasan yang diberikan.

Kekristenan bukan agama tapi lebih kepada penunjuk jalan keselamatan. Orang kristen harusnya hidup sebagai penunjuk jalan.

Diperlukan hati yang besar untuk menunjukkan jalan kepada orang yang tidak kita sukai.

Yang coba Yesus ajarkan dari dahulu adalah menjadi penunjuk jalan bagi lingkungan. Bertemu jalan yang membawa kepada jalan kebaikan.

Amsal 4:18 (TB)  Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Amsal 2:20-22 (TB)  Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar.  Karena orang jujurlah akan mendiami tanah, dan orang yang tak bercelalah yang akan tetap tinggal di situ, tetapi orang fasik akan dipunahkan dari tanah itu, dan pengkhianat akan dibuang dari situ.

Galatia 6:1 (TB)  Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.

Tinggalkan jejak yang benar,  Yesaya 26:7 (TB)  Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya.

Ada banyak hal yang Tuhan taruh di pundak kita sebagai pembuka jalan.

2. Kebenaran. Jadilah orang yang hidup dalam kebenaran.

Kebenaran akan memerdekan kita. Kebenaran itu absolut dan kosisten.

Lukas 12:2-3 (TB)  Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.

Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.

Kita tidak dapat ubah masa lalu tapi kita bisa merupah respon terhadap apa yang terjadi.

3. Hidup.
Amsal 30:15-16 (TB)  Si lintah mempunyai dua anak perempuan: "Untukku!" dan "Untukku!" Ada tiga hal yang tak akan kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: "Cukup!"

Dunia orang mati, dan rahim yang mandul, dan bumi yang tidak pernah puas dengan air, dan api yang tidak pernah berkata: "Cukup!"

Dunia orang mati, simbol mata yang tidak pernah puas.

Rahim simbol dari iri hati. Punya orang lebih baik.

Bumi simbol produktivitas,

Api simbol dari kerakusan. Apa yang masuk kedalam api akan habis dan tidak berbebas.

Api yang tau berkata cukup, seperti api yang tidak menghanguskan tapi menghangatkan.

kata kuncinya hanya 3 yaitu Menjadi penunjuk jalan, Hidup dalam kebenaran, dan Pembawa kehidupan.
 
Happy Sunday :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Semangat Menyambut 2018 (Reimagine By Jusar Badudu)

Yesaya 43:19 (TB)  Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. 
Tahun baru dilayani Ps Jussar Badudu.  Tema yang baru, Alive memperlengkapi di tahun 2017. Pada sepanjang tahun 2018 kita akan belajar Reimagine. 
Reimagine (membayangkan ulang), membayangkan apa yang akan kita alami di 2018. Kenapa perlu membayangkan ulang, kenapa perlu cara baru? Karena hendak mencapai apa yang perlu capai sesuai yang kita rencanakan. 
Sering orang sukses merubah cara agar mencapai kesuksesan berikutnya. Apalagi beberapa dari kita yang belum berhasil. Bayangkan cara-cara baru untuk mencapai apa yang sudah kita rencanakan.

Kaya Di Bumi Kaya Disurga

Kolose 2:3 (TB)  sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.
Masih ingat dulu banyak yang berujar miskin dibumi kaya disurga. Tapi kalau bisa kaya dibumi dan kaya disurga mengapa tidak?
Kaya bukan punya segala-galanya tetapi lebih kepada kemampuan berbagi apapun yang ada ditangannya. 
Miskin adalah senantiasa mengambil meskipun sudah memiliki banyak hal. 
7 pemikiran sederhana berkaitan dengan kaya dibumi dan kaya disurga.

Family Is A Place To Learn

Yess, akhirnya setelah 6 bulan tidak dapat hadir ke kebaktian JPCC, kali ini kembali dapat hadir. Dan Puji Tuhannya sudah bisa bawa abang Kevin kebaktian memuji nama Tuhan.Entah kenapa juga Khotbah yang dibawakan oleh Ps. Sidney Mohede mengenai Family Issue. Serasa dibekali agar mampu membimbing abang untuk menjadi pribadi yang baik dan berguna kepada sesama dan takut akan Tuhan sang pencipta.
Diawal khotbah, Ps. Sidney memberikan kutipan menarik dari Andi Stanley, "Kontribusi terbesar yang dapat saya lakukan adalah bukan apa yang saya lakukan tetapi apa yang saya dapat besarkan."
Bahkan sekelas Ps. Sidney saja dapat menyerahkan semua perannya kepada yang lain tetapi peran sebagai seorang ayah, seorang suami adalah peran yang unik yang tidak dapat kita serahkan kepada yang lain.
4 hal yang tentang keluarga dapat diaplikasikan baik  sebagai anak, suami bahkan ayah.